Langsung ke konten utama

Wanita Hamil, apakah boleh cabut gigi ?

Pregnancy / kehamilan bukan kontraindikasi terhadap pembersihan karang gigi ataupun tindakan cabut gigi, karena tidak ada hubungan antara kehamilan dengan pembekuan darah. Perdarahan pada gusi mungkin manifestasi dari pregnancy gingivitis yang disebabkan pergolakan hormon selama kahamilan.

Yang perlu diwaspadai adalah sering terjadinya kondisi hipertensi (tekanan darah tinggi ) dan diabetes mellitus ( kadar gula yang tinggi ) yang meskipun sifatnya hanya temporer, akan lenyap setelah melahirkan, namun ckup dapat menimbulkan masalah saat dilakukan tindakan perawatan gigi yang melibatkan perusakan jaringan dan pembuluh darah. Jadi, bila ada pasien dalam keadaan hamil bermaksud untuk membersihkan karang gigi atau cabut gigi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap, laju endap darah dan kadar gula darahnya serta pengukuran tekanan darah.

Kalau memang ada gigi yang perlu dicabut ( dimana hal itu tidak bisa dihindari lagi, pencabutan gigi dan juga tindakan surgery akut lainnya seperti abses, dll ) bukanlah suatu kontraindikasi waktu amil.

Hati – hati bila pada 3 bulan pertama, rontgen harus dihindari saja kecuali kasus akut.

Cabut gigi pada pasien hamil yang ‘sehat’ bisa dilakukan dengan baik dan aman di praktek, klinik biasa, atau rumah sakit. Dalam proses cabut gigi, pasien hamil harus dapat mengendalikan keadaan psikologisnya karena biasanya akan tegang, dll.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYAKIT DALAM BISA JADI KONTRA INDIKASI PENCABUTAN GIGI

Kontra indikasi pencabutan gigi atau tindakan bedah lainnya disebabkan oleh faktor lokal atau sistemik. Dikatakan menjadi kontra indikasi pencabutan gigi bila dokter gigi / dokter spesialis akan memberi ijin atau menanti keadaan umum penderita dapat menerima suatu tindakan bedah tanpa menyebabkan komplikasi yang membahayakan bagi jiwa penderita. Kontra Indikasi Sistemik Pasien dengan kontra indikasi yang bersifat sistemik memerlukan pertimbangan khusus untuk dilakukan pencabutan gigi. Bukan kontra indikasi mutlak dari pencabutan gigi. Faktor-faktor ini meliputi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit khusus. Dengan kondisi riwayat penyakit tersebut, pencabutan gigi bisa dilakukan dengan persyaratan bahwa pasien sudah berada dalam pengawasan dokter ahli dan penyakit yang menyertainya bisa dikontrol dengan baik. Hal tersebut penting untuk menghindari terjadinya komplikasi sebelum pencabutan, saat pencabutan, maupun setelah pencabutan gigi. 1. Diabetes Mellitus ( penyakit ...

KETERAMPILAN DASAR ASSISTANT GIGI

KETERAMPILAN DASAR ASSISTANT GIGI DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI Oleh : drg Bawa Adiwinarno Dalam hal ini yang berkompeten membantu tugas dokter gigi dalam melakukan perawatan dan pengobatan gigi dan mulut terhadap pasien adalah perawat gigi, namun oleh karena keterbatasan tenaga, maka perawat umum dapat dilatih sebagai chairside assistant meskipun mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sedikit. Tugas / pekerjaan seorang assistant gigi sangat menunjang didalam praktek dokter gigi karena ikut menentukan keberhasilan perawatan yang akan dilakukan oleh dokter gigi terhadap pasien yang berobat. Tugas Assistant Gigi : · Kemampuan membantu operator dalam perawatan rutin pada klinik gigi (sebagai chair side assistant ). · Kemampuan membantu prosedur restorasi gigi dan prosedur bedah mulut dan periodontal. · Kemampuan menyiapkan dan menerapkan penggunaan bahan – bahan pada pengobatan gigi pasien. · Kemampuan membantu dokter gigi da...

TEKNIK ANESTESI LOKAL RAHANG ATAS

TEKNIK ANESTESI LOKAL RAHANG ATAS Infiltrasi Lokal pada Membran Mukosa ( submucosal injection ) 1.     Saraf yang teranestesi: ujung cabang saraf terminal 2.   Daerah yang teranestesi: terbatas pada tempat di mana larutan anestesi lokal  diinjeksikan 3.    Pedoman anatomis: tidak ada pedoman khusus karena cairan anestesi diinjeksikan langsung pada tempat yang dituju 4. Indikasi: untuk menganestesi membran mukosa dan jaringan submukosa pada daerah yang akan dilakukan tindakan, misalnya: pada insisi mukosa atau gingivektomi 5. Teknik: jarum ditusukkan pada membran mukosa sedalam jaringan submukosa kemudian cairan anestesi diinjeksikan perlahan-lahan 6. Gejala subyektif: terasa kebas pada daerah yang dianestesi  Berikut video submucosal injection technique  https://www.youtube.com/watch?v=px1zQh7HJpM